Waktu istirahat tiba, tidak seperti biasanya Budi menolak ajakan Amir untuk jajan bakso di warung Pak Din “masih kenyang”, begitu dia memberi alasan. Budi percaya, sebab dia tahu bahwa teman sebangkunya itu selam ini memang rajin sarapan sebelum ke sekolah. “Aku tidak percaya lagi dengan alasanmu itu, Bud”kata Amir, karena Budi selalu menolak ajakanya dengan alasan yang sama. “Tadi aku dengar perutmu keroncongan, itu artinya perutmu lapar”Budi tidak bisa mengelak, akhirnya ngaku walau ada rasa takut ditertawakan. “uang sakuku saya tabung, karena saya pengin beli sepatu, mau minta orang tuaku, aku kasihan”itu namanya menyiksa diri, Bud.Kenapa tidak minta aja ke ayahmu?” Aku kesihan kepada mereka, sy bisa makan sehari tiga kali dan sedikit saku aku dah sangat berterima kasih.”
“kalau aku minta sesuatu, ya tinggal bilang, uang ya untuk jajan, apalagi bakso PakDIN yang lezat” Budi jadi kepikiran” Orang tua Amir pemulung, sama ayahku. Tapi mengapa dia bisa seperti itu, minta sesuatu tinggal ngomong?”,
pagi itu Budi begitu ceria seolah apa yang dipikirkan kemarin hilang dari ingatannya”Mir,nanti siang aku diantar ke matahari, ya.!”pinta Budikepadb Amir”Apa Bud? Aku tidak salah dengar? Ke matahari mau apa?”tanya Amir. “Beli sepatu sembari malam mingguan” amir belum sempat mengiyakan permintaan Budi, tiba tiba Pak Ikhsan memanggil Amir untuk ke kantor. amir langsung ke kantor. “Ada apa Mir, kamu disuruh ke kantor?”tanya Budi. Amir diam, mau bilang malu karena takut ketahuan perbuatannya.Kini Budi yang mendesak pada teman karibnya. amir tak bisa mdngelak.”Tapi kamu jangan bilang ke siapa-siapb ya Bud”
“Jangan kawatir, Mir”jawab Budi.”Aku belum bayar iuran bulanan 4 bulan, kelak harus sudah dibayar, padahal uang itu sudbg tak pake jajan. Kalo tidbk bisa aku tidak boleh sekolah. bud, sekarang aku bingung, takut”jawab Amir. “dah gini aja, bila nanti uangku untuk beli sepatu masih sisa, aku pinjamkan ke kamu” Bener Bud? Sahut Amir dengan wajah ceria.”Bener, maka nanti diantar dan berdoa biar sisa”kata Budi”selain itu kamu jangan suka menghambur-hamburkan uang”kata Budi berlagak kaya Pak Ustad.
Maret 9, 2008