Kamis, 20 maret 2008. Saya, p Marjono, p Welas waluyo (mantan anggota DPRD kota Pekalongan), Bu Tris (ketua biksuni kota Pekalongan), P Adi (formulator POC), p Trisnawan(ketua PKL kota Pekalongan), dan Pak Parjo(peg. dipertan Batang) berkumpul di rumah Bpk Parjo guna membicarakan perkembangan POC Setelah dimuat di Suara Merdeka dua kali.

Pada kesempatan itu hadir wartawan Tran 7 dan TV 1, akirnya diliput dan ke sawah petani yang menggubnakan POC ini

Pupuk Organik Cair (POC) yang diformulatori Bapak R Adi Syaichu dari Kab Batang mulai banyak yang mengenal. POC itu dimuat di harian Suara merdeka pada tanggal 8 maret dan 17 Maret 2008 dapat digunanakan untuk padi, syuran, buah-buahan, dan tanaman keras.

Fungsi POC tersebut adalah MP3 :
1. Mengembalikan struktur tanah menjadi organik.
2. Penghemat biaya.
3. Penambah hasil.
4. Pembasmi hama.
Tadi siang (tgl 20 Maret 2008) dua stasiun TV yaitu Trans 7 dan TV 1, meliput dan mewawancarai para petani dan proses pembuatannya.

Pemerintah telah mencanangkan tahun 2010 go organik.

Hasil yang diperolehoya sangat baik untuk kesehatan karena padi, sayuran, buah-buhan tidak mengandung kimia.

Bila ada yang berminat bisa hubungi saya lewat emailku

Ketua : Mohamad Maliki, SMP 2 Doro
Wk :Zulmasri, SMP 2 Talun
Sek. 1 : Jumadi, SMP 1 Bojong
Sek 2 :Syahroni, SMP 1 krddp
Bend : SH Retno , SMP1 Tirto
Koord : Hartuti, siwalan 1; Setyo Adi, Wiradesa 1; Tasrani, SMP NU Kesesi; Haryanto, S.Pd. SMP 1 karanganyar; Rianta, SMP1 Doro; Tutik Yuliati, MTs N Kedungwuni

Sakit adalah momok
sakit adalah ujian
sakit adalah malapetaka
sakit adalah penambah dosa
sakit adalah pengkapus dosa
sakit adalah pengingat kita pada
Sang Khaliq

Aku baru saja menyelesaikan tugasku, untuk memenuhi kebutuhan musola sasaranku. Sepatu bututku kulepas satu persatu sambil bernapas lega karena rasa capek dan lelah dapat kulepas bersamanya. “Pak, kamu kelihatan lelah dan capek. Apa memang capek apa ada masalah lain?”Sapa temanku yg baru saja keluar dari musola.
“memang aku capek Pak, kaki ini rasanya kemramyas bagian paha bawah, mata jugb kantuj”jawabku apa adanya. “Apa sering ngantuk? Kalo ngantuknya jam 10an bisa jadi liver, sudah diperiksakan?”desaknya ingin tahu. Memang temanku ini sangat perhatian pada teman.
“aku pernah periksa, katanya gejala kencing batu, terus disuruh mengurangi minum teh, kopi, dan makanan yg mengandung etaniloat”jawabku”sejak itu aku coba ngurangi tetek bengek itu, termasuk ngurangi gula”
“o la itu, bisa jadi karena kurang zat gula akirnya lemes”kata temenku sambil mengingatkan.
“Besok akan saya coba minum manis walau sedikit biar nggak lemes”
“okelah aku pergi dulu ya”Pamitnya.
Ketika dia pergi aku abcil air wudu tuk memenuhi kebutuhanku

Uang Saku
Waktu istirahat tiba, tidak seperti biasanya Budi menolak ajakan Amir untuk jajan bakso di warung Pak Din “masih kenyang”, begitu dia memberi alasan. Budi percaya, sebab dia tahu bahwa teman sebangkunya itu selam ini memang rajin sarapan sebelum ke sekolah. “Aku tidak percaya lagi dengan alasanmu itu, Bud”kata Amir, karena Budi selalu menolak ajakanya dengan alasan yang sama. “Tadi aku dengar perutmu keroncongan, itu artinya perutmu lapar”Budi tidak bisa mengelak, akhirnya ngaku walau ada rasa takut ditertawakan. “uang sakuku saya tabung, karena saya pengin beli sepatu, mau minta orang tuaku, aku kasihan”itu namanya menyiksa diri, Bud.Kenapa tidak minta aja ke ayahmu?” Aku kesihan kepada mereka, sy bisa makan sehari tiga kali dan sedikit saku aku dah sangat berterima kasih.”
“kalau aku minta sesuatu, ya tinggal bilang, uang ya untuk jajan, apalagi bakso PakDIN yang lezat” Budi jadi kepikiran” Orang tua Amir pemulung, sama ayahku. Tapi mengapa dia bisa seperti itu, minta sesuatu tinggal ngomong?”,
pagi itu Budi begitu ceria seolah apa yang dipikirkan kemarin hilang dari ingatannya”Mir,nanti siang aku diantar ke matahari, ya.!”pinta Budikepadb Amir”Apa Bud? Aku tidak salah dengar? Ke matahari mau apa?”tanya Amir. “Beli sepatu sembari malam mingguan” amir belum sempat mengiyakan permintaan Budi, tiba tiba Pak Ikhsan memanggil Amir untuk ke kantor. amir langsung ke kantor. “Ada apa Mir, kamu disuruh ke kantor?”tanya Budi. Amir diam, mau bilang malu karena takut ketahuan perbuatannya.Kini Budi yang mendesak pada teman karibnya. amir tak bisa mdngelak.”Tapi kamu jangan bilang ke siapa-siapb ya Bud”
“Jangan kawatir, Mir”jawab Budi.”Aku belum bayar iuran bulanan 4 bulan, kelak harus sudah dibayar, padahal uang itu sudbg tak pake jajan. Kalo tidbk bisa aku tidak boleh sekolah. bud, sekarang aku bingung, takut”jawab Amir. “dah gini aja, bila nanti uangku untuk beli sepatu masih sisa, aku pinjamkan ke kamu” Bener Bud? Sahut Amir dengan wajah ceria.”Bener, maka nanti diantar dan berdoa biar sisa”kata Budi”selain itu kamu jangan suka menghambur-hamburkan uang”kata Budi berlagak kaya Pak Ustad.

Waktu istirahat tiba, tidak seperti biasanya Budi menolak ajakan Amir untuk jajan bakso di warung Pak Din “masih kenyang”, begitu dia memberi alasan. Budi percaya, sebab dia tahu bahwa teman sebangkunya itu selam ini memang rajin sarapan sebelum ke sekolah. “Aku tidak percaya lagi dengan alasanmu itu, Bud”kata Amir, karena Budi selalu menolak ajakanya dengan alasan yang sama. “Tadi aku dengar perutmu keroncongan, itu artinya perutmu lapar”Budi tidak bisa mengelak, akhirnya ngaku walau ada rasa takut ditertawakan. “uang sakuku saya tabung, karena saya pengin beli sepatu, mau minta orang tuaku, aku kasihan”itu namanya menyiksa diri, Bud.Kenapa tidak minta aja ke ayahmu?” Aku kesihan kepada mereka, sy bisa makan sehari tiga kali dan sedikit saku aku dah sangat berterima kasih.”
“kalau aku minta sesuatu, ya tinggal bilang, uang ya untuk jajan, apalagi bakso PakDIN yang lezat” Budi jadi kepikiran” Orang tua Amir pemulung, sama ayahku. Tapi mengapa dia bisa seperti itu, minta sesuatu tinggal ngomong?”,
pagi itu Budi begitu ceria seolah apa yang dipikirkan kemarin hilang dari ingatannya”Mir,nanti siang aku diantar ke matahari, ya.!”pinta Budikepadb Amir”Apa Bud? Aku tidak salah dengar? Ke matahari mau apa?”tanya Amir. “Beli sepatu sembari malam mingguan” amir belum sempat mengiyakan permintaan Budi, tiba tiba Pak Ikhsan memanggil Amir untuk ke kantor. amir langsung ke kantor. “Ada apa Mir, kamu disuruh ke kantor?”tanya Budi. Amir diam, mau bilang malu karena takut ketahuan perbuatannya.Kini Budi yang mendesak pada teman karibnya. amir tak bisa mdngelak.”Tapi kamu jangan bilang ke siapa-siapb ya Bud”
“Jangan kawatir, Mir”jawab Budi.”Aku belum bayar iuran bulanan 4 bulan, kelak harus sudah dibayar, padahal uang itu sudbg tak pake jajan. Kalo tidbk bisa aku tidak boleh sekolah. bud, sekarang aku bingung, takut”jawab Amir. “dah gini aja, bila nanti uangku untuk beli sepatu masih sisa, aku pinjamkan ke kamu” Bener Bud? Sahut Amir dengan wajah ceria.”Bener, maka nanti diantar dan berdoa biar sisa”kata Budi”selain itu kamu jangan suka menghambur-hamburkan uang”kata Budi berlagak kaya Pak Ustad.

Pedukuhan yg terletak di kaki gunung merapi dan merbabu, tepatnya dk m suparnan, desa janti, kec polanharjo. Kab klaten. Hidup sepasang keluarga yg tenang dan damai. Dari seorang simbok lahirlah bayi laki2 mungil. Bertepatan ramainya keadaan karena sisa2 perpecahan antar teman sanak saudara, lahirlah seorang bayi laki2 yg mungil. Tepatnxa hari jumat tgl 15 okt 1965. Bayi itu diberi nama Jumadi. Nama yang sederhana menganding nilai historis yang tinggi, ya hari jumat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.